STUDI PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU JATI SEBAGAI SUBTITUSI PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC
Abstract
Serbuk kayu merupakan hasil pembakaran dari limbah serbuk kayu. Hasil pembakaran abu serbuk kayu menunjukkan bahwa kandungan SiO2 mencapai 85% (Otoko, 2014). Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari abu serbuk kayu sebagai filler diantaranya keberlimpahan abu serbuk kayu Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan memberikan prospek bagi pengadaan bahan filler yang relatif murah dibandingkan dengan bahan lain yang relatif mahal dan sulit didapat. Maka dari itu pada penelitian ini akan dicoba penggunaan abu serbuk kayu sebagai bahan pengisi dalam campuran AC-BC yang didapat dari pabrik pengolahan kayu di daerah Toraja. Dengan dilakukan pengujian yaitu mengetahui nilai marshall dan nilai kehilangan berat terhadap penggunaan serbuk kayu jati sebagai subtitusi pada campuran aspal AC-BC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di Laboratorium Universitas Fajar dengan menggunakan sistem pencampuran aspal. Dari hasil-hasil penelitian ini akan mendapatkan nilai dari pengujian marshall yaitu VIM tidak memenuhi standar dari Bina Marga yang diisyartakan yaitu minimal 3% dan maksimal 5% karena nilai yang diperoleh melebihi dari standar diperoleh pada variasi 0% yaitu sebesar 89.84, untuk variasi 5% sebesar 86.97, untuk variasi 10% sebesar 86.98. kemudian pada pengujian VFB juga tidak memenuhi Standar Spesifikasi Bina Marga dikarenakan tidak mencapai nilai yang ditentukan yaitu 60% sedangkan nilai yang diperoleh yaitu pada variasi 0% hanya 76.55% untuk variasi 5% hanya 68.26%, untuk variasi 10% sebesar 65.73% . Dan pada pengujian Cantabro pengaruh penggunaan limbah serbuk kayu jati terhadap campuran aspal ac-bc pada pengujian cantabro memenuhi spesifikasi karena nilai rata – rata yang diperoleh dibawah dari spesifikasi 20%, dimana pada variasi 0% sebesar 0.93%, untuk variasi 5% sebesar 1.15%, dan untuk variasi 10% sebesar 0.53%.






