Makna Komunikasi Simbolik Ritual Tari Bangun (Studi Kasus Komunikasi Ritual Tari Bangun di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara)

Authors

  • Syilvia Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Fajar
  • Andi Nur Insan Pascasarjana Universitas Fajar
  • Muhammad Asdar Pascasarjana Universitas Fajar

Keywords:

Tari Bangun, Proses Ritual, Komunikasi verbal dan non verbal

Abstract

Tari bangun merupakan proses komunikasi, karena kita berkomunikasi dengan yang maha kuasa melalui perantara jin dan roh nenek moyang kita. Jin dan roh mengobati orang sakit melalui perantara kita sebagai sina sulu,karena tidak semua orang diberikan kemampuan untuk berteman dengan para jin dan menjadi wadah mereka untuk mengobati apalagi untuk pengobatan yang diluar dari kemampuan dokter mengobati di zaman sekarang. Secara verbal mantra yang nyanyikan dan dilantunkan oleh sina sulu selaku sang dukun yang diiringi oleh musik gong, rebana/gendang dan kelentang yang mengeluarkan bunyi dan irama yang terdengar sakral dan magis melantunkan pujian-pujian sebagai persembahan memanggil
roh atau jin untuk masuk kedalam tubuh agar dapat mengobati dan menyembuhkan yang sakit juga menjaga keselamatan dan Kesehatan, terhindar dari penyakit serta segala macam bahaya dan bencana. “Nyanyian yang dinyanyikan berupa mantra. Sedangkan nonverbal tergambar dari kostum yang dikenakan oleh sina sulu selaku sang dukun menggunakan kostum berupa Baju Kuning Randu Tanga (baju Kuning Lengan Panjang) dan Ampik Kuning Raya (Sarung Kuning Besar), Dundung Kuning (selendang Berwarna Kuning) yang mana jika warna kuning yang dipakai oleh sang Dukun menandakan bahwa yang masuk kedalam tubuh sang dukun merupakan peri berasal dari negeri khayangan dan turunan raja-raja Bulungan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-02-01