Analisis Aspal Berongga Berbasis Limbah Bottom Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Agregat Halus
Analysis of Hollow Asphalt Based on Coal Bottom Ash Waste as Substitute for Fine Aggregate
Abstract
Negara Indonesia dengan iklim tropis serta curah hujan yang tinggi, menuntut agar terciptanya sistem drainase jalan yang efektif agar meminimalisir kerusakan jalan akibat adanya genangan air dipermukaan jalan atau dinamakan aquaplaning yaitu kondisi terbentuknya lapisan air permukaan jalan dan ban sehingga mengakibatkan kerusakan pada permukaan lapisan aspal. aspal berongga adalah campuran beraspal yang didesain mempunyai porositas lebih tinggi dibandingkan jenis perkerasan yang lain, sifat berongga diperoleh karena campuran aspal berongga menggunakan proporsi agregat halus lebih sedikit dibanding campuran yang lain. Bottom ash (abu dasar) adalah salah satu residu yang dihasilkan dalam pembakaran industri batubara atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang terdiri dari partikel-partikel halus. Dibanyak pabrik atau industri bottom ash dianggap sebagai limbah yang tidak digunakan lagi sehingga dalam penelitian ini menjadi nilai tambah dan nilai guna dari bahan tersebut untuk dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengujian karakteristik agregat limbah bottom ash. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Road Engineering Assocation of Malaysia (REAM, 2008) Berdasarkan hasil pengujian karakteristik agregat limbah bottom ash yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa agregat limbah bottom ash yang berasal dari sisa pembakaran batu bara pengujian praktikum di Laboratorium Struktur dan Bahan Prodi Teknik Sipil Universitas Fajar memenuhi spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).









