EVALUASI DAMPAK LINGKUNGAN PEMBANGUNAN SUTT 150 KV BUNGKU – PELANGGAN PT. ACN MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Authors

  • Muh. Sopian Fakultas Pascasarjana, Universitas Fajar
  • Natsar Desi Fakultas Pascasarjana, Universitas Fajar
  • Muh. Chaerul Fakultas Pascasarjana, Universitas Fajar

Keywords:

SUTT 150 kV, Dampak Lingkungan, Analisis Risiko, AHP, Pengelolaan Lingkungan

Abstract

Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku – Pelanggan PT. ACN merupakan salah satu infrastruktur ketenagalistrikan yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi listrik kawasan industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Meskipun memberikan manfaat bagi peningkatan keandalan pasokan listrik dan pertumbuhan ekonomi daerah, pembangunan SUTT berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, khususnya pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan yang timbul akibat pembangunan SUTT 150 kV Bungku – Pelanggan PT. ACN, menganalisis tingkat risiko dari setiap dampak yang teridentifikasi, serta menentukan prioritas pengelolaan dampak lingkungan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Responden penelitian terdiri atas 20 masyarakat terdampak dan 10 pihak perusahaan. Data dianalisis menggunakan analisis risiko lingkungan dan metode AHP melalui tahapan penyusunan hierarki, perbandingan berpasangan, perhitungan bobot prioritas, dan uji konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,26, sedangkan pihak perusahaan memberikan nilai rata-rata 4,05 pada kategori tinggi. Aspek sosial menjadi dampak paling dominan dengan nilai 4,38, diikuti kesehatan dan keselamatan 4,33, fisik 4,18, dan biologi 3,95. Hasil AHP menunjukkan prioritas pengelolaan lingkungan berturut-turut adalah aspek sosial (45%), kesehatan dan keselamatan (28%), fisik (17%), dan biologi (10%). Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,044 menunjukkan hasil pembobotan konsisten dan valid. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan perlu difokuskan pada peningkatan komunikasi dengan masyarakat, penerapan K3, serta pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-09-08