STRATEGI PEMENUHAN JABATAN FUNGSIONAL PEMBINA JASA KONSTRUKSI PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NUNUKAN
Keywords:
Jabatan Fungsional, Jasa Konstruksi, Sumber Daya Manusia Pemerintah Daerah, Strategi PemenuhanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tantangan internal yang dihadapi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nunukan dalam memenuhi kebutuhan Jabatan Fungsional Pembina Jasa Konstruksi, serta menganalisis strategi yang telah diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut agar pemenuhan jabatan dapat berjalan secara efektif dan optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nunukan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jabatan Fungsional Pembina Jasa Konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan fungsi pembinaan jasa konstruksi di daerah, terutama dalam menjawab tuntutan profesionalisme, akuntabilitas, dan kompleksitas pembangunan infrastruktur. Namun, jabatan tersebut belum terisi secara optimal sehingga pelaksanaan fungsi pembinaan masih dilakukan oleh pejabat fungsional lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai persyaratan jabatan, rendahnya pemahaman aparatur terhadap sistem karier berbasis jabatan fungsional, serta masih adanya penyesuaian dalam implementasi kebijakan pada struktur birokrasi daerah. Upaya pemenuhan jabatan telah dilakukan melalui identifikasi pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan teknis serta dorongan peningkatan kompetensi aparatur yang potensial. Langkah tersebut menunjukkan adanya komitmen organisasi dalam menyesuaikan kebutuhan peran dengan kapasitas sumber daya manusia yang tersedia, meskipun masih memerlukan penguatan strategi yang lebih terarah dan berkelanjutan.









