Mitos Dalam Iklan Pelayanan Publik Tentang Pencegahan Covid-19 Di LPP RRI Makassar (Analisis Semiotik Roland Barthes)
Keywords:
Semiotika, Iklan Pelayanan Publik, Mitos, Radio COVID-19, Budaya Bugis-Makassar, Pola Suara, IdeologiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi mitos dalam Iklan Pelayanan Publik Pencegahan COVID-19 di LPP RRI Makassar. Iklan Pelayanan Publik adalah Bang Jago, Sanro dan Bukan Masker Biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mendengarkan rekaman Sanro, Bukan Masker Biasa, Iklan Layanan Publik Bang Jago dan merekam narasi ketiga iklan tersebut. Data tersebut dianalisis secara deskriptif secara kualitatif secara interpretatif menggunakan teori Roland Barthes dengan meneliti unsur-unsur tanda audio (pola suara), representasi ideologi dominan dan kontra-ideologi, serta konstruksi mitos kesehatan melalui penggunaan tanda-tanda budaya lokal Bugis-Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga Iklan Pelayanan Publik "Sanro, Bang Jago dan Bukan Masker Biasa" mengandung mitos baru atau modern tentang pencegahan COVID-19 yang mampu untuk mengalahkan mitos tradisional. Lahirnya mitos modern tentang pencegahan COVID-19 berasal dari konflik narasi bermakna konotatif yang dimainkan oleh narator yang diperkuat dengan elemen audio sehingga pesan verbal dapat dengan mudah diterima oleh audiens Penelitian ini menegaskan bahwa iklan pencegahan COVID-19 tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membangun makna sosial tertentu, yang dapat memperkuat atau mendekonstruksi mitos yang berkembang di masyarakat.









