Strategi Perencanaan Pembayaran Terpadu Satu Pintu Untuk Tiket Dan Retribusi Kepelabuhanan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) : Studi Kasus Pelabuhan Penyeberangan Sei Jepun, Kabupaten Nunukan Kaltara
Keywords:
Sistem Pembayaran Terpadu, Pelayanan Publik, Retribusi Kepelabuhanan, PADAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sistem pelayanan pembayaran tiket dan retribusi di Pelabuhan Penyeberangan Sei Jepun, mengidentifikasi kendala dan potensi yang dihadapi, serta merumuskan strategi perencanaan sistem pembayaran terpadu satu pintu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sistem terpadu ini diharapkan mampu menyatukan proses pembayaran tiket dan retribusi kepelabuhanan agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembayaran saat ini masih terpisah antara tiket dan retribusi, sehingga menimbulkan antrean ganda, keterlambatan pelayanan, dan potensi kesalahan pencatatan. Kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi petugas, serta belum terintegrasinya data antarinstansi. Sementara itu, potensi pengembangan mencakup penerapan layanan digital, sistem pembayaran non-tunai, dan pembentukan regulasi daerah sebagai dasar hukum. Strategi yang disarankan meliputi uji coba terbatas (pilot project), peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur, dan koordinasi lintas instansi.









