STUDI EKSPERIMEN MODEL PEREDAM ENERGI TERHADAP LONCATAN HIDROLIK PADA KOLAM OLAKAN
Abstract
Salah satu konstruksi bangunan air yang digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya air adalah bendung. Peninggian muka air karena pembendungan akan mengakibatkan adanya aliran yang deras di bagian hilir. Jika dalam suatu aliran terjadi perubahan jenis aliran dari superkritis ke subkritis, maka akan terjadi loncatan hidrolis atau yang sering disebut hydraulic jump.Guna mereduksi energi yang terdapat di dalam aliran tersebut, maka di ujung hilir saluran peluncur biasanya dibuat suatu bangunan yang disebut peredam energi pencegah gerusan (scour protection basin). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi model peredam energi terhadap loncatan hidrolik pada kolam olakan, engetahui sifat aliran di hilir kolam olakan pada setiap variasi model peredam energi. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimental dengan menggunakan model saluran terbuka dengan penampang bentuk trapezium, model mercu pelimpah, dan model peredam energi. Parameter yang diamati adalah Debit aliran (Q), Kecepatan Aliran (V), Kedalaman aliran dan energi spesifik (Δh). Hasil penelitian menunjukkan model peredam energi (MPE-1) tinggi loncatan sangat besar yaitu 0.109 m, sedangkan pada model peredam energi MPE-2, MPE-3 dan MPE-4 terjadi penurunan energi sangat drastis yaitu 0.009 m – 0.021 m. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya baffle block pada kolam olak sangat mempengaruhi besarnya loncatan. Berdasarkan hasil pengamatan sifat aliran yang terjadi pada setiap perubahan model peredam energi (MPE) adalah aliran superkritis menjadi subkritis. Dan hasil pengamatan karakteristik aliran yang terjadi adalah aliran turbulen (aliran tidak seragam).
References
Chow, V.T. (1992). Hidrolika Saluran Terbuka, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Jaji, Abdurrosyid . 2005, Gerusan di Hilir Kolam Olak Bendung, Jurnal Dinamika Teknik (Abdurrosyid, 2005) Sipil, Volume 5, Nomor 2, Hal 73-79, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Kim, Y. and Kim, W. J. . Roles of Water Hyacinth and their Roots for Reducing Algal Concentration in the Effluent from Waste Stabilization Pondsâ€, Water Research, vol. 34, no.13, pp. 3285-3294.
Maraden, Sutyas Aji. 2008. Loncatan Air Pada Saluran Miring Terbuka Dengan Variasi Panjang Kolam Olakan.
Mays, L.W. (1999). Hydraulik Design Handbook, McGraw-Hill, New York, USA.
Muttamara, S. and Puetpaiboon, U.“Roles of Baffles in Waste Stabilisation Pondsâ€,Water Science & Technology, vol. 35, no.8, pp.275-284.
Nenny, Hamzah Al Imran, 2014. Pengaruh Kecepatan Aliran Terhadap Gerusan Lokal Disekitar Pilar Heksagonal (Uji Model Laboratorium). Jurnal Hidro Vol. 7 No. 14 Tahun 2014
Pearson et.al, 1995; Pedahzur et.al, 1993; Vega et.al, 2001; Xianghua and Desain Bangunan Penangkap Sedimen dengan Teknologi Baffle (Sekat).
Pembra Juned Adipura, 2013, Pengaruh Variasi Kemiringan Tubuh Bendung dan Penempatan Baffle Blocks Pada Kolam Olak Tipe Solid Roller Bucket Terhadap Loncatan Hidrolis dan Peredam Energi, Jurnal Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Peterka, A.J. (1974). Hidrolics Design Of Stilling Basin And Energy Dissipaters. United States Departement Of Interior, Bureau Of Reclamation. Denfer, Colorado.
Triatmodjo, Bambang. 2008. Hidrolika II. Beta Offset. Yogyakarta.
USBR. (1984). Design Of Small Dams. USBR, Oxford and IBH Publishing CO, New Delhi. Bombay-Calcuta.





