IDENTIFIKASI RUMAH NELAYAN DALAM PEMBAGIAN ZONASI PERMUKIMAN DI KAWASAN DANAU TEMPE
Abstract
Kawasan permukiman nelayan danau Tempe di kampung Salo Mate, kelurahan Limpomajang kecamatan Marioriawa terdiri dari tiga zonasi hunian masyarakat berdasarkan dari perletakannya yaitu pertama zona daratan, kedua zona rawa-rawa, dan ketiga zona perairan danau. Adanya perbedaan tipologi hunian ini disesuaikan dengan adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sesuai dengan pembagian zona/wilayah yang ditempatinya. Rencana penelitian ini dititik beratkan pada (1) mengidentifikasi karateristik dasar tipologi rumah nelayan ditinjau dari bentuk fisik dan fungsi ruangnya (2) mengidentifikasi persamaan dan perbedaan rumah nelayan terhadap pembagian zonasi permukiman masyarakat di kampung Salo Mate, kelurahan Limpomajang kecamatan Marioriawa kawasan danau Tempe. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purvosive sampel yaitu penunjukan langsung oleh peneliti. Penentuan studi kasus berdasarkan jumlah populasi rumah nelayan di Kelurahan Limpomajang yaitu sebanyak 59 rumah, sedangkan teknik analisa data yang dilakukan analisis deskriktif dan teknik analisis komparatif. Tipologi hunian nelayan mempunyai karakter tersendiri ditinjau dari perbedaan atas tiga zona yaitu zona darat, rawa-rawa, dan perairan. Bentuk huniannya berupa tipe rumah panggung di zona darat dan rawa-rawa, tipe rumah terapung di zona perairan. Konstruksi hunian di tiga zona umumnya sama yaitu terdiri dari tiang, lantai, dinding dan atap. Jenis sambungan menggunakan sistem bongkar pasang (knock down) dengan cara takik dan pen.References
Budiharjo, Eko. 1997. Arsiktektur Sebagai Warisan Budaya. Jakarta: Karya Uniperss.
Frick, Heinz. 2005. Arsitektur dan Lingkungan. Catakan kelima. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Jumawan, Faris. 2014. Tipologi. Laporan Penelitian Tesis. Makassar: Pasca Sarjana Arsitektur
Universitas Hasanuddin.
Loekito, J. 1994. Tipologi Tampak Rumah Tinggal di Kampung Surabaya pada Periode Sebelum Tahun
Laporan Penelitian . Tidak dipublikasikan . Surabaya: Jurusan Teknik Arsitektur Universitas
Kristen Petra.
Rapoport, Amos. 1969. House from and Culture, Prentice Hall Englewood Cliffs. New Jersey.
Rifai, Andi Jiba B. 2010. Perkembangan Struktur dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Bajo di
Pesisir Pantai Parigi Moutong. Jurnal “ ruang “ VOLUME 2 NOMOR 1. (online),(http://jurnal.untad.ac.id, Diakses 9 september 2012)
Ronald, Arya. 2008. Kekayaan dan Kelenturan Arsitektur. Penerbit: Muhammadiyah University Press.
Surakarta.
Sukada, B. 1997. Memahami Arsitektur Tradisional dengan Pendekatan Tipologi, Bandung: P.T. Alumni.
Suprijanto, Iwan. 2000. Karateristik Spesifik, Permasalahan dan Potensi Pengembangan Kawasan Kota
Tepi Laut/pantai (Coastal City di Indonesia. Proceeding Studi Dampak Timbal Balik Antar
Pembangunan Kota dan Perumahan di Indonesia dan Lingkungan Global.
Winoto, Gatot. 2006. Pola Kemiskinan di Permukiman Nelayan Kelurahan Dompak Kota
Tanjungpinang.Tesis di terbitkan, Program Pascasarjana Magister Pembangunan Wilayah dan Kota
Universitas Diponegoro. (online), (http://eprints.undip.ac.id, kata kunci: pola kemiskinan





