Implementasi Prinsip – Prisnsip Arsitektur Regionalisme Dalam Rancangan Pusat Seni Dan Budaya Toraja Di Toraja Utara
Keywords:
Arsitektur, Budaya, Regionalisme, Seni, Toraja UtaraAbstract
Salah satu destinasi wisaya yang banyak dikunjungi wisawan baik lokal maupun mancanegara di Sulawesi Selatan adalah Toraja Utara. Menurut Sarunan (2023) seiring berkembangnya teknologi informasih mampu memberikan dampak terhadap peningkatan wisatawan yang tiap tahun meningkat, maka dari segi pengembangan dan peningkatan parawisata harus didukung dari berbagai bentuk terutama infrastruktur dan fasilitas wisata yang lebih baik. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka sudah selayaknya Toraja membutuhkan sebuah pengembangan dan dukungan infrastruktur serta fasilitas yang lebih baik terutama pada fasilitas ruang atau tempat wadah dalam menampilkan atau menyajikan sebuah pentas seni dan budaya, termasuk fasilitas penunjangnya misalnya toko sovenir atau makanan khas untuk membeli oleh-oleh khas Toraja. Sehingga minat pengunjung akan menjadi lebih tinggi karena segala kebutuhan terkait kunjungan wisatanya dapat terpenuhi saat datang ke Toraja. Melalui implementasi prinsip = prinsip Arsitektur Regionalisme, diharapkan kian mendukung fungsi objek dan menjadi icon wilayah setempat. Salah satu dari sekian prinsip di dalamnya adalah menggunakan bahan dan gaya bangunan lokal dalam kerangka estetika yang seragam, untuk menciptakan bangunan dan tempat yang khas. Adapun pengumpulan data dengan survey, studi literatur, serta studi komparasi, analisa perancangan disajikan dalam bentuk konsep dan gambar rancangan. Hasil dalam perancangan ini berupa gambar desain Kawasan dengan pola bentuk Kawasan yang mengadaptasi dari bentuk Rumah Adat Toraja tetapi tampil dengan fasad yang kekinian (Tongkonan).



