Pengembangan Bandar Udara Arung Palakka Kab. Bone Dengan Pendekatan Extending Tradition
Keywords:
Bandar Udara, Extending Tradition, Kabupaten BoneAbstract
Bandar Udara Arung Palakka merupakan satu-satunya penerbangan untuk tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi yang ada di kabupaten Bone. Kondisi Bandar Udara Arung Palakka masih belum memadai. Hal ini dapat di lihat dari berbagai kegiatan yang hanya dapat melayani pesawat cassna 208 Caravana yang merupakan pesawat regional jarak pendek dengan kapasitas 7 sampai dengan 9 penumpang, dan juga beberapa fasilitas-fasilitas Bandar udara belum juga memadai. Dari permasalahan tersebut di lakukan pengembangan Bandar udara Arung Palakka yang memenuhi syarat penerbangan serta mencakup pengembangan bandar udara. Pengembangan Bandar Udara yang direncanakan adalah Bandar Udara bertipe domestik dimana bandara tersebut mencakup pesawat tipe ATR 72-600 dengan Panjang landasan 1700 x 30 meter. Pengembangan bandar udara ini menggunakan Pendekatan Konsep Extending Tradition Pada desain yang dibuat perancang yang menandai sebuah peninggalan budaya dan tradisi, bentuk bangunan mengadopsi bentuk songkok recca dan bentuk atap Bola Soba, ornament yang digunakan pada desain mengambil bentuk ukiran bola subbi’e dan bentukan dari walasuji yang jarang diketahui oleh Masyarakat. Dari hasil Pengembangan Bandar Udara Arung Palakka dengan Pendekatan Extending Tradition akan memberikan bentuk penegasan bahwa Songkok Recca merupakan simbol kecerdasan, identitas atau jati diri Masyarakat Kabupaten Bone. Pengembangan bandar udara Arung Palakka bertujuan untuk mempermudah aktifitas masyarakat khususnya transportasi udara di daerah Kabupaten Bone.



