Penataan Desa Wisata Belapunranga Dengan Pendekatan Arsitektur Etnik

Authors

  • Muhammad Hamdan M Universitas Fajar
  • Tahang Panrita Universitas Fajar
  • Muhammad Lottong Makkaraka Universitas Fajar

Abstract

Desa Belapunranga sebagai salah satu Desa di Kecamatan Parangloe yang masuk sebagai Kawasan wisata favorit di Kabupaten Gowa. Desa yang terbagi menjadi Empat dusun ini di antaranya Dusun Kasimburang, Dusun Sunggumanai, DusunAllukkeke, dan Dusun Pappareang. Pada beberapa dusun tersebut memiliki objek wisata yang dapat dikembangkan menjadi sektor pariwisata yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang di gunakan sebagai sumber yang penghasilan bagi desa. Salah satu objek wisatanya adalah Air terjun batu manrusu dan Air terjun Parangloe yang terletak diKecamatan Parangloe. Namun, ada beberapa kendala yang terjadi bagi Desa Belapunranga sebagai kawasan yang memilikifasilitas parawisata yaitu Kurangnya Penataan dan Pengelolaan yang terstruktural mulai dari pengelolaan wilayah kawasansehingga kurang terciptanya citra destinasi di kalangan pencinta travelling maupun wisatawan yang sekedar ingin pergi wisata saja .Melalui potensi-potensi dan kendala-kendala tersebut sehingga perlu melakukan penataan yang baik terhadap Desa Belapunranga menjadi Desa wisata demi meningkatkan daya Tarik wisatawan yang tentunya bisa mengangkat angka perekonomian di Daerah tersebut. Penerapan Konsep pendekatan Arsitektur Etnik dalam penataan Desa wisata Belapunrangadi harapkan mampu mempertahankan nilai-nilai budaya baik dari bahasa, perilaku maupun adat istiadat seiring perkembangan zaman dan bisa menjadi ciri khas tersendiri dalam penataan Desa Wisata Belapunranga.

Downloads

Published

2024-12-25

How to Cite

Hamdan M, M., Panrita, T., & Lottong Makkaraka, M. (2024). Penataan Desa Wisata Belapunranga Dengan Pendekatan Arsitektur Etnik. Journal Gammara, 5(2), 57–64. Retrieved from https://journal.unifa.ac.id/index.php/gammara/article/view/1015