PUSAT PERBELANJAAN SYAR’I DI MAKASSAR “HETEROTOPIA - Disorder Dalam Order "
Keywords:
Disorder, Heterotopia, Order, Makassar, Syar’iAbstract
Tujua dari prancangan Pusat Perbelanjaan Syar’i ialah untuk menjawab isu dan masalah yang kini di hadapi kota Makassar, sebagai tren center di kota Makassar serta menjadikan objek dengan konsep Heterotopia – Disorder dalam Order sebagai land mark di kota Makassar dan panutan bagi kota-kota lain di Indonesia dan dunia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Heterotopia - Disorder Dalam Order, Disorder (penyimpangan) pada tema adalah untuk menciptakan pembaruan pada perancangan, serta konsep Order (keteraturan) adalah untuk mengontrol pembaruan-pembaruan yang akan di rencanakan, yakni sesuai dengan kaidah-kaidah Islam. Dalam perancagan ini menggunakan beberapa metode rancangan yakni Pendekatan Tipologi, Pendekatan Tematik dan Pendekatan Analisis Tapak dan Lingkungan. Pada pendekatan Tipologi dibagi atas dua kategori, yaitu tahap pengidentifikasian tipe/tipologi dan tahap pengelolaan tipe/tipologi, pendekatan ini dilakukan dengan dua metode, yakni studi literatur dan studi komparasi. Pendekatan Tematik dalam perancangan ini menggunakan pendekatan tema Heterotopia - Disorder Dalam Order dengan metode yang dilakukan meliputi studi literatur dan eksperimen desain dan yang terakhir ialah Pendekatan Analisis Tapak dan Lingkungan, dengan metode pendekatan yang digunakan meliputi observasi dan surveying. Hasil Perancangan menghasilkan rancangan bangunan Pusat Perbelanjaan Syar’i di kota Makassar dengan penekanan konsep ( Heterotopia – Disorder Dalam Order ) yang penekanan konsepnya diterapkan pada layout ruang sebagai salah satu wujud dari upaya untuk menghadirkan desain sebagai salah satu pembeda antara pusat perbelanjaan syar’i dan pusat perbelanjaan pada umumnya yang mana dengan adanya rancangan ini diharapkan mampu untuk memobilisasi perekonomian kaum Muslim di kota Makassar pada khusunya dan di Indonesia pada umumnya. Kesimpulan yang dapat ditarik pada perancangan ini ialah sebaiknya setiap potensi yang ada seharusnya dikembangkan dengan semaksimal mungkin guna memperoleh nilai yang lebih dari suatu potensi.



