PERANCANGAN GELANGGANG REMAJA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DI KOTA SORONG
Keywords:
Arsitektur Perilaku, Gelanggang, Kota Sorong, Pusat kegiatan, RemajaAbstract
Perancangan Gelanggang Remaja Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Di Kota Sorong. Kegiatan remaja di Indonesia semakin beragam seiring dengan perkembangan zaman, baik dalam bentuk positif maupun negatif. Untuk itu, fasilitas yang mendukung kegiatan para remaja, seperti Gelanggang Remaja, diperlukan untuk memberikan ruang bagi mereka dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Gelanggang Remaja yang disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga setempat bertujuan untuk menyediakan wadah bagi remaja dalam berbagai kegiatan, baik yang dilakukan di dalam maupun luar ruangan. Kota Sorong, yang memiliki jumlah remaja mencapai 61.333 jiwa, juga menghadapi kebutuhan akan fasilitas ini, seiring dengan pesatnya perkembangan sektor seni, budaya, dan olahraga di kota tersebut. Kehadiran ruang publik yang dapat mendukung kegiatan seni, olahraga, serta kreativitas remaja di Sorong sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan intelektual, emosional, dan sosial mereka. Oleh karena itu, perancangan Pusat Kegiatan Remaja di Kota Sorong sangat penting untuk menyediakan sarana yang nyaman, aman, dan mampu mewadahi bakat serta potensi para remaja. Konsep desain yang digunakan dalam perancangan ini adalah Arsitektur Perilaku, yang berfokus pada pemahaman perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungan arsitektur untuk menciptakan desain yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Dengan pendekatan ini, diharapkan fasilitas yang dirancang dapat mengakomodasi kebutuhan remaja dalam proses tumbuh kembang mereka secara fisik dan psikologis.



