Pengembangan tepian sungai sambaliung sebagai Ruang Publik Dengan Pendekatan arsitektur humanis

Authors

  • Nur Atika Universitas Fajar
  • Faris Jumawan Universitas Fajar
  • Amrullah Amir Universitas Fajar

Abstract

Pengembangan Tepian Sungai Sambaliung Sebagai Ruang Publik Dengan Pendekatan Arsitektur Humanis, Nur Atika. Kabupaten Berau merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki keanekaragaman hayati dan potensi sumber daya alam cukup tinggi dengan jumlah penduduk 36.839 jiwa, dan luas wilayah 2.167,37 km. Kecamatan Sambaliung juga merupakan suatu kawasan wisata yang memiliki potensi utama yaitu sungai sambaliung dan kraton sambaliung. Berdasarkan potensi yang ada maka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan penataan kawasan tepian sungai Sambaliung diperlukan adanya penataan kawasan dengan pendekatan arsitektur humanis yang fokus,di mana menghadirkan ruang publik yang memenuhi kebutuhan manusia dengan rasa aman dan nyaman. Metode yang diterapkan berupa survei di lapangan untuk mengetahui kondisi awal, potensi dan kendala sumber daya wilayah serta kebijakan sektoral dan kebijakan pembangunan daerah kemudian dianalisis hingga menghasilkan rancangan berupa desain perancangan tepian sungai Sambaliung. Dalam desain ini terdapat beberapa perencanaan yaitu perencanaan kawasan budaya, Kawasan hutan mangrove, kawasan kuliner, kawasan bisnis dan kawasan public space yang didesain dengan fasilitas penunjang seperti; taman bermain anak, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track dan papan petunjuk arah. Hasil dari penataan kawasan tepian sungai Sambaliung ini diharapkan selain untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang ada, juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah melalui kunjungan para wisatawan lokal, nasional maupun internasional.

Downloads

Published

2024-12-25

How to Cite

Atika, N., Jumawan, F., & Amir, A. (2024). Pengembangan tepian sungai sambaliung sebagai Ruang Publik Dengan Pendekatan arsitektur humanis. Journal Gammara, 5(2), 33–40. Retrieved from https://journal.unifa.ac.id/index.php/gammara/article/view/1012

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>