PEMBERDAYAAN DAN BUDIDAYA PETANI DUCK DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS BENIH DAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TEPAT MELALUI LAYANAN PELAJARAN SISWA (KKN-PPM) DI DESA SAMAENRE, KABUPATEN MALLAWA KABUPATEN MAROS

Authors

  • Irwan Paserangi
  • Andi Febriana Tamrin

Abstract

Tujuan dari program layanan belajar siswa (KKN-PPM) adalah untuk meningkatkan kesadaran dan empati tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa KKN, sehingga terjadi perubahan perilaku siswa dan kelompok sasaran. Selain itu, ini juga untuk memberdayakan petani / peternakan itik di Desa Samaenre, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Target spesifik yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas benih itik dan meningkatkan produksi pembibitan itik, meningkatkan kualitas benih dari pembelian benih hingga produksi benih menggunakan teknologi tepat guna yang dirancang dan dimodifikasi telur inkubator sesuai dengan jumlah kebutuhan peternak sehingga dapat mengurangi biaya pembelian benih beralih ke produksi bibit. Peningkatan produksi dalam hal ini termasuk produksi penggunaan pakan alami yang ada di lingkungan sekitar menggunakan teknologi tepat guna mesin pembuat pakan alami yang telah dirancang dan dimodifikasi sesuai dengan potensi pakan yang ada di daerah petani. Dengan menggunakan pakan tambahan, Alamai mampu meningkatkan kualitas bebek dan menghemat uang dari pembelian pakan yang diproduksi pabrik. Dengan menggunakan teknologi tepat guna untuk meningkatkan pendapatan dan pekerjaan masyarakat karena produksi benih itik, produk itik baik ayam pedaging maupun petelur berkualitas tinggi dan berdaya saing. Dan pembentukan desa Samaenre sebagai daerah percontohan untuk produksi itik, daging, dan telur. Selain itu, optimalisasi dan diversifikasi produk pakan berbasis batang alami menjadi pakan. Strategi yang digunakan adalah pemberdayaan kelompok sasaran dengan pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal), dengan metode pendidikan, pelatihan, demplot, pendampingan. Rencana kegiatan meliputi: plot percontohan, pelatihan dan pendampingan yang pertama kali dilakukan melalui penyebaran informasi. Materi pelatihan meliputi: (1) Teknologi dalam produksi dan pembuatan mesin inkubator telur, (2) Teknologi untuk aplikasi dan penggunaan mesin inkubator telur, (3) Teknologi dan jenis bahan pakan alami, (4) Produksi dan pembuatan telur inkubator, (5) teknologi produksi pakan alami, (6) Aplikasi teknologi penggunaan pakan, (7) penguatan lembaga kelompok, (8) penguatan jaringan pemasaran

Downloads

Published

2019-07-04

Issue

Section

Articles